Wednesday, 4 March 2015

PERBEDAAN CANDI DI JAWA TENGAH DAN CANDI DI JAWA TIMUR



Selain corak Hindu-Budha, candi di Indonesia juga memiliki dua jenis lagi, yaitu candi di Jawa Tengah dan candi Jawa Timur. Berikut adalah beberapa perbedannya yang disajikan dalam tabel.

Bagian dari Candi
Jawa Tengah
Jawa Timur
Bentuk bangunan
Cenderung tambun
Cenderung tinggi dan ramping
Gawang pintu dan hiasan relung
Gaya Kala-Makara; kepala Kala dengan mulut menganga tanpa rahang bawah terletak di atas pintu, terhubung dengan Makara ganda di masing-masing sisi pintu
Hanya kepala Kala tengah menyeringai lengkap dengan rahang bawah terletak di atas pintu, Makara tidak ada
Atap
Jelas menunjukkan undakan, umumnya terdiri atas 3 tingkatan
Atapnya merupakan kesatuan tingkatan. Undakan-undakan kecil yang sangat banyak membentuk kesatuan atap yang melengkung halus. Atap ini menimbulkan ilusi perspektif sehingga bangunan berkesan lebih tinggi
Bahan bangunan
Kebanyakan batu andesit
Kebanyakan bata merah
Arah hadap bangunan
Kebanyakan menghadap ke timur
Kebanyakan menghadap ke barat
Tata letak dan lokasi candi utama
Mandala konsentris, simetris, formal; dengan candi utama terletak tepat di tengah halaman kompleks candi, dikelilingi jajaran candi-candi perwara yang lebih kecil dalam barisan yang rapi
Linear, asimetris, mengikuti topografi (penampang ketinggian) lokasi; dengan candi utama terletak di belakang, paling jauh dari pintu masuk, dan seringkali terletak di tanah yang paling tinggi dalam kompleks candi, candi perwara terletak di depan candi utama
Kemuncak atau mastaka
Stupa (candi Buddha), Ratna, Wajra, atau Lingga Semu (candi Hindu)
Kubus (kebanyakan candi Hindu), terkadang Dagoba yang berbentuk tabung (candi Buddha)
Relief
Ukiran lebih tinggi dan menonjol dengan gambar bergaya naturalis
Ukiran lebih rendah (tipis) dan kurang menonjol, gambar bergaya seperti wayang Bali
Kaki
Undakan jelas, biasanya terdiri atas satu bagian kaki kecil dan satu bagian kaki lebih besar. Peralihan antara kaki dan tubuh jelas membentuk selasar keliling tubuh candi
Undakan kaki lebih banyak, terdiri atas beberapa bagian batur-batur yang membentuk kaki candi yang mengesankan ilusi perspektif agar bangunan terlihat lebih tinggi. Peralihan antara kaki dan tubuh lebih halus dengan selasar keliling tubuh candi lebih sempit

 

PERBEDAAN CORAK CANDI HINDU DAN CANDI BUDHA



Candi adalah istilah dalam Bahasa Indonesia yang merujuk kepada sebuah bangunan keagamaan tempat ibadah peninggalan purbakala yang berasal dari peradaban Hindu-Buddha. Bangunan ini digunakan sebagai tempat pemujaan dewa-dewi ataupun memuliakan Buddha. Akan tetapi, istilah 'candi' tidak hanya digunakan oleh masyarakat untuk menyebut tempat ibadah saja, banyak situs-situs purbakala non-religius dari masa Hindu-Buddha Indonesia klasik, baik sebagai istana (kraton), pemandian (petirtaan), gapura, dan sebagainya, juga disebut dengan istilah candi. Di Indonesia, ada dua jenis candi yaitu candi Hindu dan candi Budha yang memiliki beberapa perbedaan. Berikut adalah perbedaannya.

NO
CANDI HINDU
CANDI BUDHA
1
Bangunan candi Hindu terdiri atas tiga bagian, yaitu:
o   Bhurloka (bagian atas candi) melambangkan dunia fana.
o   Bhurvaloka (tubuh candi) melambangkan dunia pembersih atau pemurnian.
o   Svarloka (atap candi) melambangkan dunia para dewa.
Bangunan candi Buddha umumnya terdiri atas tiga tingkatan, yaitu:
o   Kamadhatu (bagian dasar candi) melambangkan kehidupan manusia yang penuh dosa.
o   Rupadhatu (bagian tengah candi) melambangkan kehidupan manusia di dunia yang hanya mementingkan nafsu.
o   Arupadhatu (bagian atas candi) melambangkan manusia sudah mencapai nirwana.
2
Candi Hindu pada umumnya punya bentuk yang lebih tinggi dan menjulang
Candi Budha punya tampilan yang agak datar
3
Fungsi candi hindu adalah candi makam yaitu tempat memakamkan abu jenazah raja
Fungsi candi budha umumnya sebagai tempat pemujaan dewa saja
4
Pada puncaknya terdapat bentuk ratna (lancip)
Pada puncak candi terdapat bentuk stupa
5
Hiasan arca yang digunakan adalah patu dewa Trimurti yaitu Brahma, Siwa dan Wisnu kemudian ditambah dengan Durgamashisasuramardini, Agastya dan Ganesha
Arca yang dipasang terdiri dari beberapa kelompok yaitu kelompok Dyani Budha dan Dyani Bodhisatwa.
6
Lebih sering menggunakan relief untuk menggambarkan cerita Ramayana dan Krisnayana.
Cerita yang ditampilkan            adalah Lelitavistara dan Avadana atau Jataka. 
7
Contoh candi bercorak Hindu :
Candi Prambanan(Jogjakarta),
Candi Gedong Songo(Semarang),
Candi Cangkuang(Garut,Jawa Barat),
Candi Dieng(Dataran Tinggi Dieng),
Candi Panataran (Blitar,Jawa Timur)
Contoh candi bercorak Budha :
Candi Borobudur(Magelang,Jawa Tengah),
Candi Sewu(Klaten,Jawa Tengah),
Candi Mendut(Magelang,Jawa Tengah),
Candi Sanggrahan(Tulungagung,Jawa Timur),
Candi Jago(Malang)

 Demikianlah perbedaan corak candi Hindu dan candi Budha. Semoga bermanfaat!